Gomen y, sgini dulu:)
===========================
Aku menatap wajah manisnya yang gugup. Aku ingin tahu apa yang ingin di sampaikannya.
"Aku. . . Sebenarnya tidak lupa ingatan. . . . Aku datang ke sini untuk menjemputmu. Klan kita membutuhkan mu. . . Dan orang tuamu telah memilihku sebagai tunangan mu. . . . M-maafkan aku," katanya dengan takut-takut.
"Klan? Apa maksudmu? Lagipula orang tuaku sudah meninggal!!" kataku dengan heran.
Aku melihat airmatanya yg mulai mengalir deras. Entah kenapa, hatiku merasa iba melihatnya. Lalu aku memeluknya, dan mencium pipi kanannya. Ia hanya memejamkan matanya.
"Teru-chan. . . . . Maafkan aku. . . . Aku tak bermaksud memarahimu. Aku hanya. . . . ." kata-kataku terputus ketika ia menaruh jari telunjuknya dibibirku.
"Aku mengerti. Kau pasti berpikir aku membohongimu. Tapi ini memang benar," katanya dengan wajah tersenyum.
"Tapi. . . . "
"Kita bicarakan ini nanti saja. Sekarang sebaiknya kita ke sekolah dulu. Lagipula ini hari terakhir sekolah di semester 2 ini."
"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi"
"Baik!" jawab Teru sambil tersenyum lebar.
Kami berjalan ke garasi setelah mengunci semua pintu. Lalu kami naik ke mobil milikku. Aku menyalakan mobilku dan melaju ke sekolah.
"Kamijo, kl seandainya yg kau bilang salah, bagaimana?" tanya Teru tiba-tiba.
"Maksudmu?" tanyaku sambil mengemudi.
"Soal orangtuamu sudah meninggal itu" katanya.
"Itu tidak mungkin. Aku melihat dg mata kepalaku, mereka tewas dalam sebuah kecelakaan."
"Baiklah, aku akan membuktikannya padamu malam ini."
"Terserah padamu sajalah."
----------------------------
TO BE CONTINUED
No comments:
Post a Comment