Gomen y, sgini dulu:)
===========================
Aku menatap wajah manisnya yang gugup. Aku ingin tahu apa yang ingin di sampaikannya.
"Aku. . . Sebenarnya tidak lupa ingatan. . . . Aku datang ke sini untuk menjemputmu. Klan kita membutuhkan mu. . . Dan orang tuamu telah memilihku sebagai tunangan mu. . . . M-maafkan aku," katanya dengan takut-takut.
"Klan? Apa maksudmu? Lagipula orang tuaku sudah meninggal!!" kataku dengan heran.
Aku melihat airmatanya yg mulai mengalir deras. Entah kenapa, hatiku merasa iba melihatnya. Lalu aku memeluknya, dan mencium pipi kanannya. Ia hanya memejamkan matanya.
"Teru-chan. . . . . Maafkan aku. . . . Aku tak bermaksud memarahimu. Aku hanya. . . . ." kata-kataku terputus ketika ia menaruh jari telunjuknya dibibirku.
"Aku mengerti. Kau pasti berpikir aku membohongimu. Tapi ini memang benar," katanya dengan wajah tersenyum.
"Tapi. . . . "
"Kita bicarakan ini nanti saja. Sekarang sebaiknya kita ke sekolah dulu. Lagipula ini hari terakhir sekolah di semester 2 ini."
"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi"
"Baik!" jawab Teru sambil tersenyum lebar.
Kami berjalan ke garasi setelah mengunci semua pintu. Lalu kami naik ke mobil milikku. Aku menyalakan mobilku dan melaju ke sekolah.
"Kamijo, kl seandainya yg kau bilang salah, bagaimana?" tanya Teru tiba-tiba.
"Maksudmu?" tanyaku sambil mengemudi.
"Soal orangtuamu sudah meninggal itu" katanya.
"Itu tidak mungkin. Aku melihat dg mata kepalaku, mereka tewas dalam sebuah kecelakaan."
"Baiklah, aku akan membuktikannya padamu malam ini."
"Terserah padamu sajalah."
----------------------------
TO BE CONTINUED
Friday, May 7, 2010
Thursday, May 6, 2010
Yaoi Fanfiction (Versailles band-Kamijo X Teru)
Sambungan yg gw janjiin. . . Ini diaa!XD
=========================
Aku teringat mimpiku semalam. Aku digigit oleh seorang vampir, dan vampir itu adalah Teru. Aku pun terbangun dengan tubuh yg gemetar.
"Kamijo-kun, ayo sarapan," ucapan Teru membuyarkan lamunanku.
"Iya,"jawabku.
Lalu aku bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian, aku menemui Teru di ruang makan.
"Teru, apa ingatanmu sudah kembali?"
"Belum,"jawabnya menggeleng.
Teru kutemukan 1 tahun yang lalu didepan pagar rumahku. Aku merasa kasihan, jadi aku mengajaknya masuk dan tinggal bersamaku. Saat ini, ia bersekolah di SMU milikku, dan aku adalah kepala sekolah disana. Entah kenapa, aku benar-benar suka gaya hidup aristokrat dan menerapkannya dalam kehidupanku. Bahkan, aku juga menggunakan desain gothic untuk seragam siswa di SMU Noble Prince, sekolah milikku. Entah kenapa, setiap tahun siswa yang masuk di SMU milikku tersebut selalu meningkat jumlahnya. Padahal banyak orang yang mencela gaya hidupku dan style ku dalam berpakaian. Aku juga memakai bahasa Perancis dalam mata pelajaran wajib di SMU ku.
Awalnya sebelum aku bertemu dg Teru, aku tidak suka bersosialisasi, dan selalu bersikap dingin. Tapi, ia merubahku. Dua bulan bersamanya telah merubahku, aku pun mulai mencintainya, dan berpacaran dg nya.
"Kamijo-kun. . . . Heeeyy!"
"Ah, maaf. Aku jadi melamun"
"Iya, tapi kau baik-baik saja kan?"
"Ya"
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan"
"Ya, apa itu?"
"Umm. . . . Aku. . . . Ngggg. . . ."
=========================
Aku teringat mimpiku semalam. Aku digigit oleh seorang vampir, dan vampir itu adalah Teru. Aku pun terbangun dengan tubuh yg gemetar.
"Kamijo-kun, ayo sarapan," ucapan Teru membuyarkan lamunanku.
"Iya,"jawabku.
Lalu aku bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian, aku menemui Teru di ruang makan.
"Teru, apa ingatanmu sudah kembali?"
"Belum,"jawabnya menggeleng.
Teru kutemukan 1 tahun yang lalu didepan pagar rumahku. Aku merasa kasihan, jadi aku mengajaknya masuk dan tinggal bersamaku. Saat ini, ia bersekolah di SMU milikku, dan aku adalah kepala sekolah disana. Entah kenapa, aku benar-benar suka gaya hidup aristokrat dan menerapkannya dalam kehidupanku. Bahkan, aku juga menggunakan desain gothic untuk seragam siswa di SMU Noble Prince, sekolah milikku. Entah kenapa, setiap tahun siswa yang masuk di SMU milikku tersebut selalu meningkat jumlahnya. Padahal banyak orang yang mencela gaya hidupku dan style ku dalam berpakaian. Aku juga memakai bahasa Perancis dalam mata pelajaran wajib di SMU ku.
Awalnya sebelum aku bertemu dg Teru, aku tidak suka bersosialisasi, dan selalu bersikap dingin. Tapi, ia merubahku. Dua bulan bersamanya telah merubahku, aku pun mulai mencintainya, dan berpacaran dg nya.
"Kamijo-kun. . . . Heeeyy!"
"Ah, maaf. Aku jadi melamun"
"Iya, tapi kau baik-baik saja kan?"
"Ya"
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan"
"Ya, apa itu?"
"Umm. . . . Aku. . . . Ngggg. . . ."
Wednesday, May 5, 2010
Yaoi Fanfiction (Versailles band-Kamijo X Teru)
Aku terbangun dg penuh keringat. Tiba-tiba seseorang menyentuh bahuku. Lalu aku menoleh, dan melihat Teru panik.
"Kamijo, daijobu ka?" tanyanya.
"Aku baik-baik saja, kau jangan cemas" jawabku.
"Nggg. . . . Iya, baiklah. Kau mau sarapan pakai apa?"
"Terserah kau saja, dan buatkan aku teh hitam."
"Baik," jawabnya. Ia lalu menciumku, dan segera keluar dari kamar.
------------------------------------------------
TO BE CONTINUED
"Kamijo, daijobu ka?" tanyanya.
"Aku baik-baik saja, kau jangan cemas" jawabku.
"Nggg. . . . Iya, baiklah. Kau mau sarapan pakai apa?"
"Terserah kau saja, dan buatkan aku teh hitam."
"Baik," jawabnya. Ia lalu menciumku, dan segera keluar dari kamar.
------------------------------------------------
TO BE CONTINUED
Subscribe to:
Posts (Atom)